Your Thoughts


Sunday, January 11, 2009

Lovely Couple part 2

Hubunganku dengan si Joyah memang erat. Hubungan kami ani bulihlah diumpamakan bagai ambuyat dengan cacahnya. Kalau nada cacah, mana nyaman tu ambuyat ah. Since kami ani erat, kalau kemana-mana mesti kami ani sama-sama. Kecuali masa ke jamban & tidur lah. Indakan atupun kan sama-sama. Apalah kamu ani.

Asal saja hangout sama kawan-kawannya yang bini-bini gerenti ketampanan ku kana puji. Aku pun apalagi. Malu-malu babi lah. Babi pandai malukah? Antah eh. Pandai-pandai tah kamu memikirkan cemana usul babi kalau ia malu. Yatah payah jadi urang hensem ani. Malar kana puji bah. Si Joyah senyum-senyum dan tekidum manja sajalah bila mendangar aku kana puji.

Bukan pulang ku kan kambang ah, sepanjang kami couple ani inda pernah sekali pun kami bekelaie. Bertengkar lidah pun inda pernah. Bertengkar lidah as in debating, bukannya French kiss ah. Bukannya apa tu aku explain arah kamu atu. Takut kamu-kamu yang inda tau peribahasa salah paham bah.

Kirakan kami ani lovely and perfect couple lah. We are meant for each other. Inda kamu jealous tu? Apa? Inda kamu jealous? Eksennnn. Yang banarnya kamu jealous tu.

Tapi hubungan kami mula berubah semenjak dua-tiga hari yang lapas bila kawanku teliat si Joyah balik dari Mall Gadong dengan laki-laki lain.

"Adi usulnya kau ada saingan masa ani,"kata kawanku sambil mengurik hidungnya.

"Tu lubang hidung sebalah kirimu betaie ah,"balasku. "By the way apa maksudmu aku ada saingan ani?"sambungku lagi.

"Tadi teliat ku si Joyah sama laki-laki lain. Baik tah kau propose si Joyah atu lakas-lakas"

Eh, kacau eh kawanku ani. Kedapatan tia aku alum couple sama si Joyah. Eh mulutnya ani tah banar. Rasa kan ku staple. Ok, since kedapatan udah baik tah ku membagitau perkara yang sebenarnya. Yang banarnya aku & si Joyah alum lagi couple pasal aku alum propose ia untuk jadi girlfriend ku. Aku eksyen-eksyen saja. Tapi hubungan kami memang rapat macam couple. Harap-harap para pembaca jangan mengantam aku pasal aku eksyen arah kamu. Kalau kan mengantam jua, antam saja penulis cerita ani.

Pada hari-hari yang berikutnya, si Joyah inda membawa aku jalan-jalan. Ani membuatkan aku musykil. Selalunya aku bejalan sama ia at least once a week. Tapi ani nada bah. Usulnya apa yang dikatakan ulih kawanku masa atu memang banar. Tapi sebelum aku cemburu membabi buta, aku mengarahkan kawan-kawanku yang lain untuk spy si Joyah secara teliti. Just to make sure apa yang dikatakan ulih kawanku yang suka kurik hidung atu banar.

Selang beberapa hari aku pun hangout dengan kawan-kawanku untuk mengurik maklumat dari durang.

"Sorry to tell you this adi. Hasil dari investigation kami, andang banar si Joyah masa ani sama laki-laki lain,"ucap salah seorang kawanku.

Aku sedikit emo bila mendangar kata-katanya. Tapi indalah sampai kan slit wrist-ku sepertimana yang selalu dikaitkan dengan kanak-kanak emo.

"Nama laki-laki atu si Nai. Atulah yang selalu si Joyah sabut bila memanggil laki-laki atu"kata salah seorang kawanku lagi.

Oh si Nai rupanya ia punya nama. Nanti kau Nai. Berani kau kan besaing sama aku untuk mencuri hati si Joyah. Usulnya aku perlu bersemuka dengan kedia.

Alaaa, besambung tia lagi...

0 comments:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More